Belajar Bahasa Arab Yuk. Beda Isim, Fi’il dan Huruf

Bismillah.

Nah, para pengunjung sekalian yang semoga dirahmati Allah, kali ini mari kita belajar kaidah bahasa Arab dengan mengambil faidah dari kitab Mulakhos qowa’idul lughatil ‘arobiyyah. Insyaallah postingan ini akan saya “ajeggan”, sekalian sebagai ringkasan belajar. Artikel-artikel selanjutnya bisa dilihat di kategori “Terjemah Ecek-Ecek”. Berhubung masih “ecek-ecek”, kalo nanti kalian menemukan kesalahan dalam penerjemahan atau memahami kaidah bahasa Arab dalam postingan saya ini, mohon dikoreksi ya.

Bagi kalian yang baru mau belajar (alias pemula), saya sarankan untuk mempelajari kitab Muyassar dan Mukhtarot dulu agar tidak mengalami kesulitan..

Baik, selamat belajar. Mari bersemangat belajar Bahasa Arab yang merupakan bagian dari agama ini..  Semoga Allah memudahkan.

TERJEMAH MULAKHOS

KAIDAH-KAIDAH BAHASA ARAB


FU’AD NI’MAH

Mukadimah

Pembagian Kata dalam Bahasa Arab

Oleh: Aufanuri Ihrishii

Nahwu adalah kaidah yang berfungsi untuk mengetahui jabatan, harokat akhir dan tatacara mengi’rab (menentukan harokat akhir kata, apakah marfu’, manshub, majrur) suatu kata dalam kalimat.

Jenis kata dalam Bahasa Arab terbagi atas 3 macam:

1.      Al-Ismu (kata benda)

Isim adalah suatu kata yang menunjuk pada manusia, hewan, tumbuhan, benda mati, tempat, waktu, sifat, atau makna-makna lain yang tidak terkait dengan waktu tertentu.

Contoh: رجل، أسد، زهرة، حائط، القاهرة، شهر، نظيف، استفال

Isim dapat dibedakan dengan jenis kata yang lainnya dalam hal:

-          Kemungkinan ditanwin

-          Kemungkinan dimasuki oleh ال

-          Kemungkinan dimasuki oleh huruf nida’ (panggilan)

-          Kemungkinan dikasrohkan oleh huruf jer atau susunan idhofah

-          Kemungkinan disandarkan pada khobar

Dan cukuplah bisa disebut dengan isim jika suatu kata memiliki salah satu atau lebih dari ciri-ciri di atas.

2.      Al-Fi’lu (kata kerja)

Fi’il adalah suatu kata yang menunjuk pada suatu peristiwa pada waktu tertentu.

Contoh: كَتَبَ، يَجْرِى، اسمعْ

Fi’il dapat dibedakan dengan kata-kata selainnya dalam hal:

-          Bersambung dengan ta’ fa’il, contoh: كتبتُ، شكرتَ

-          Bersambung dengan ta’ ta’nits, contoh: كتبتْ، تَكتب

-          Bersambung dengan ya’ mukhatabah (ya’ penunjuk orang kedua wanita tunggal), contoh: تكتبين، اشكرِى

-           Bersambung dengan nun taukid, contoh: ليكتبنّ، اشكرنّ

3.      Al-Harfu (Huruf)

Huruf adalah setiap kata yang tidak dapat dipahami maknanya kecuali jika bersambung dengan kata yang lain.

Contoh: في، أن، هل، لم

About these ads

7 thoughts on “Belajar Bahasa Arab Yuk. Beda Isim, Fi’il dan Huruf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s