Sungguhkah Kita Terlalu Sibuk?

Seringkali kita merasa tak punya waktu
Entah dengan alasan Sok Sibuk, atau Banyak Acara
Sehingga…
Kita mengeluh tak punya waktu untuk membaca Al-Qur’an
Padahal kita selalu punya waktu untuk membaca koran dan buku-buku tak bermutu
Kita mengeluh tak punya waktu untuk menghafal Al-Qur’an
Tapi kita selalu punya waktu untuk nonton TV dan facebook-an
Kita mengeluh tak punya waktu untuk mendengar nasehat melalui kajian
Tapi kita punya waktu untuk mendengar musik2 yang diharamkan
Kita mengeluh tak punya waktu membaca shirah Nabi dan kitab-kitab para ulama’
Namun kita punya waktu untuk main game dengan alasan me’refresh’ pikiran
Kita mengeluh tak punya waktu untuk belajar agama
Tapi kita selalu punya waktu untuk tidur yang berlebihan
Kita mengeluh tak punya waktu untuk beribadah
Tapi kita selalu punya waktu untuk bersantai-santai, ngobrol ke sana kemari tak jelas tujuan
Kita mengeluh tak punya waktu untuk berbakti pada orangtua
Tapi kita selalu punya waktu untuk ‘dolan’ ke rumah teman
Kita mengeluh tak punya waktu untuk Sholat Malam
Padahal kita selalu punya waktu untuk tidur dalam kelalaian

Duhai….
Sebutan apalagi kiranya yang layak untuk diberikan?
Karena ternyata,
Kita tak lebih dari seonggok tubuh tanpa arti
Yang menghabiskan hidup hanya untuk bermalas-malasan, makan, tidur dan memuaskan nafsu yang selalu memburu….
Bagaimana nanti sekiranya tiba waktunya kita dimintai pertangggungjawaban???
“Untuk apa umurmu engkau habiskan?”
“Untuk apa masa mudamu kau gunakan?”
Akankah engaku berani berkata
“Ya Alloh, aku terlalu sibuk
Kugunakan waktuku untuk mengurus berbagai urusanku…
Tak ada sedikitpun amalan yang bisa kujadikan pembela pada hari ini…”

Dan kita pun hanya bisa menangis
Menyesal
Mengeluh, mengapa dulu kita terlalu sibuk dengan dunia yang fana…
Mengemis ampunan…
Padahal dulu kita merasa ‘enjoy’ seakan hidup selamanya
Bahagia selamanya

Saudaraku…
Bukan maksudku mengajakmu untuk melupakan dunia
Namun
Belajarlah, agar engkau paham bagaimana seharusnya menjalani hidup di dunia
Jangan kau lupakan tempat tinggalmu yang sesungguhnya
Di akhiratlah,
Tempat kita berjumpa dan menemui hidup kekal yang sebenarnya…
Cukuplah ayat ini menjadi cambukan
“Dan siapa yang disesatkan Allah maka tidak ada baginya seorang pemimpinpun sesudah itu. Dan kamu akan melihat orang-orang yang zalim ketika mereka melihat azab berkata: ” Adakah kiranya jalan untuk kembali (ke dunia)?” QS. Asy Syuura: 44

Terinspirasi dari nasehat Ust. dr. Syaifudin Hakim selepas Kajian Kitab Al-Firqotun Najiyyah di Wisma RI…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s