Kawan, Maukah Kau Menggantikannya dengan Al-Qur’an…?

Siang itu, cuaca panas menemani, bersama seorang ukhty kami bergegas hendak ke Masjid Mujahidin. Masjid tercinta yang membuat kami merasakan kesejukan dan kenyamanan yang tiada tara saat berada di dalamnya. Namun, hari itu hari Jum’at pukul setengah 12 siang. Sudah tentu masjid besar di kampus kami penuh dengan kumpulan kaum adam yang hendak menunaikan sholat Jum’at. Menyadari hal itu, kamipun memutar otak mencari ide lain. Akhirnya kami putuskan untuk ke perpustakaan Masjid Mujahidin.

Sesampainya di sana, kamipun bertemu dengan beberapa teman wanita lain yang juga tengah sibuk dengan kegiatan masing-masing. Ada yang sedang belajar, membaca buku, dan ada juga yang sibuk mengetik di komputer.

Dalam kesunyian belajar, ku buka lembar demi lembar kitab Muyassar yang sengaja ku bawa dari kost. Sekedar memuraja’ah ilmu yang pernah ku pelajari yang sedikit demi sedikit kurasa makin luntur (lagi-lagi, mempelajari ilmu agama memang lebih membuatku merasa nyaman dan senang dari membaca buku-buku umum). Sambil belajar, aku dan temanku makan camilan yang kami beli dari KOPMA.

Sayup-sayup, mulai ku dengar selentingan yang menurutku tak asing. Makin lama aku makin yakin, memang benar bahwa aku pernah mendengarnya sebelumnya. Ya, bahkan sedikit demi sedikit aku kembali teringat dengan kata demi katanya. Tahukah kawan, suara apa itu? Nasyid, ya Nasyid (dalam versi mereka, yaitu lagu bernafaskan  Islam yang diiiringi MUSIK), itulah sebutan yang sangat akrab dengan dunia para aktivis tarbiyah. Bahkan mereka gunakan itu sebagai wasilah dakwah (semoga Allah menjauhkan kita darinya).

Diri ini pun mulai takut, takut terlena dengan suara itu. Namun, apa dayaku? Selain berusaha menyembunyikan rasa benci di dalam hati. Karena itulah selemah-lemah iman.

Ingin rasanya ku katakan padamu, kawan…

“Maukah kau menggantikannya dengan Al-qur’an?”, Karena sesungguhnya…

Membaca Al-Qur’an itu Mendatangkan Pahala

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa membaca satu huruf Kitab Allah, maka dia mendapat pahala satu kebaikan sedangkan satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim satu huruf, tetapi Alif, satu huruf dan Lam satu huruf serta Mim satu huruf.” (Riwayat Abu Isa Muhammad bin Isa At-Tirmidzi dan katanya: hadits Hasan Shahih)

Orang yang Mahir dalam Membaca Al-Qur’an Akan Masuk Surga Bersama Malaikat di Surga

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau  berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Orang yang mahir membaca Al-Qur’an, dia berada bersama para malaikat yang terhormat dan orang yang  terbata-bata di dalam membaca Al-Qur’an serta mengalami kesulitan, maka baginya dua pahala” [Potongan Hadits yang dikeluarkan oleh Imam Muslim dari hadits Aisyah Shallallahu ‘alaihi wa sallam no. 244-(898), kitab Al-Musafirin wa Qashruha, bab. 38]

Semakin Banyak Kau baca Al-qur’an Maka Semakin Tinggi Derajatmu di Surga

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amrin Ibnul Ash radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Dikatakan kepada pembaca Al-Qur’an, bacalah dan naiklah serta bacalah dengan tartil seperti engkau membacanya di dunia karena kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca.” (Riwayat Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasa’I, Tirmidzi berkata, hadits

hasan sahaih)

Al-Qur’an akan Mendatangkan Syafa’at Bagi Pembacanya Pada Hari Kiamat

Diriwayatkan dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu dia berkata: Aku mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bacalah Al-Qur’an karena dia akan datang pada hari Kiamat sebagai juru syafaat bagi pembacanya.” (Riwayat Muslim)

Al-Qur’an adalah Semulia-Mulia Ilmu

Usman bin Affan radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik kamu ialah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (Riwayat Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim Al-Bukhari dalam shahihnya)

Bacaan Al-Qur’an Akan Menjadi Hadiah Mahkota Bercahaya untuk Orangtua

Diriwayatkan dari Mu’adz bin Anas radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa membaca Al-Qur’an dan mengamalkan isinya, Allah memakaikan pada kedua orang tuanya di hari kiamat suatu mahkota yang sinarnya lebih bagus dari pada sinar matahari di rumah-rumah di dunia. Maka bagaimana tanggapanmu terhadap orang yang mengamalkan ini.”

(Riwayat Abu Dawud)

Iri Kepada Orang yang Membaca Al-Qur’an adalah Iri yang Dibolehkan

Diriwayatkan dari pada Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam Bersabda:  “Tidak bisa iri hati, kecuali kepada dua seperti orang: yaitu orang lelaki yang diberi Allah swt pengetahuan tentang Al-Qur’an dan diamalkannya sepanjang malam dan siang; dan orang lelaki yang dianugerahi Allah swt harta, kemudian dia menafkahkannya sepanjang malam dan siang.” (Riwayat Bukhari & Muslim)

Sedangkan suara Musik dari Nasyid yang Kau Perdengarkan Itu..

Akan Menjadikanmu Mendapat Dosa karena Melakukan Keharaman
“Artinya : Sesungguhnya akan ada segolongan orang dari kaumku yang menghalalkan zina, kain sutera, khamr, dan alat musik” [1] Al-Bukhari tentang minuman dalam bab ma ja’a fi man yastahillu al-khamr wa yusmmihi bi ghairai ismih

Menandakan Dekatnya Akhir Zaman yang Penuh Musibah

Diriwayatkan dari Sahl bin Sa’ad bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Pada akhir zaman akan terjadi tanah longsor, kerusuhan, dan perubahan muka. ‘Ada yang bertanya kepada Rasulullah’. Wahai  Rasulullah, kapankah hal itu terjadi.? Beliau menjawab. ‘Apabila telah merajalela bunyi-bunyian (musik) dan penyanyi-penyanyi wanita”. [Bagian awalnya diriwayatkan oleh Ibnu Majah 2:1350 dengan tahqiq Muhammad Fuad Abdul Baqi. Al-Haitsami berkata : ‘Diriwayatkan oleh Thabrani dan di dalam sanadnya terdapat Abdullah bin Abiz Zunad yang padanya terdapat kelemahan, sedangkan perawi-perawi yang lain bagi salah satu jalannya adalah perawi-perawi shahih’. Majma’uz Zawaid 8:10. Al-Albani berkata : ‘Shahih’. Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir 3:216 hadits no. 3559]

Lalu adakah alasan lain yang membuatmu enggan untuk menyibukkan diri dengan Al-Qur’an dan menjadikan musik itu sebagi teman keseharian? Laa haula wa laa quwwata illaa billah…

Wallahul Musta’an.

Oleh: Aufanuri Ihrishii


6 thoughts on “Kawan, Maukah Kau Menggantikannya dengan Al-Qur’an…?

    1. kemaren baru sempet ngLike. Belum ngoment. Hhehe…
      iya ukh, temen ane jg pada gitu. kadang scara ga sadar karena saking sringnya denger ikutan nyanyi, *masyaAlloh*

      yoy..yo… SEMANGAT !!

  1. Subhanallah….
    (~_*) alhamdulillah semenjak ikut ngaji di masjid Al-ashri dll sudah nda pernah “nyetel” mp3 musik. hihi… mp3 di laptop tinggal murotal sama mp3 kajian-kajian.

    ————–semangat ya ukht… ————————

    1. Alhamdulillah, Barakallahu fiik. Insyaallah barangsiap meninggalkan apa2 yang Allah benci, akan Allah ganti dengan ganti yang lebih baik.. Ya kan ukhty? ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s