::Tentang Isim dan Fi’il::

Bismillah.

Mari sekarang kita pelajari soal macam-macam isim dan fi’il. Selamat belajar…

1.      Isim Nakiroh

Yaitu kata benda yang belum menunjuk sesuatu tertentu.

Contoh: رجل، أسد، مدينة، نهر dan sebagainya.

2.      Isim Ma’rifat

Yaitu kata benda yang sudah menunjukkan sesuatu tertentu.

Dan pembagian Isim ma’rifat adalah sebagai berikut:

a.      Lafadz jalalah Allah

b.      Dhomir (….أنا، انت، هو،)

c.       Nama (orang, kota, dsb),  محمد، القهرة

d.      Isim Isyaroh (Kata Tunjuk), (هذا، هئلاء، …)

e.      Isim Maushul (Kata Sambung), (الذى، الذين، …)

f.        Isim Ma’rifat dengan ال, (الرجل، الأسد، المدينة، النهر، …)

g.      Mudhaf pada Isim Ma’rifat dengan ال, (كتاب الطالب، سور الحديقة،…)

h.      Munada yang dimaksudkan, (يامناضلُ)

3.      At-Tanwin

Yaitu nun sakinah yang tidak dituliskan akan tetapi diucapkan di akhir isim nakiroh, bisa berupa dhomatain, fathatain, kasrotain.

Contoh: جاء رجلٌُ، رايت رجلاًَ، مررت برجلٍِ

4.      Isim Mufrod

Yaitu kata benda yang menunjuk pada satu kata benda mudzakkar (jenis laki-laki), atau satu kata benda mu’annats (jenis perempuan).

Contoh: ولد، فتاة

5.      Isim Mutsanna

Yaitu kata benda yang menunjuk  pada dua kata benda mudzakkar atau mu’annats dengan menambahkan ya’ dan nun atau alif dan nun.

Contoh: ولدان-ولدين، فتاتان-فتاتين

6.      Isim Jama’

Yaitu kata benda yang lebih dari dua. Jama’ ini terdiri atas 3 macam, yaitu:

a.      Jama’ Mudzakkar Salim

Yaitu dengan menambahkan huruf wau dan nun atau ya’ dan nun pada isim mufrod.

Contoh: مهندسون، مهندسين

b.      Jama’ Mu’annats Salim

Yaitu dengan menambahkan huruf alif dan ta’ pada isim mufrod.

Contoh: مهندسات

c.       Jama’ Taksir

Yaitu isim jama’ yang telah berubah dari bentuk mufrodnya.

Contoh: رجال، ميادين، قضاة

7.      Mashdar

Yaitu isim yang tidak terkait dengan waktu tertentu dan terbentuk dari huruf-huruf fi’ilnya.

Contoh: حضر-حضوراًَ، طلع-طلوعاًَ

Mashdar terbagi atas dua macam, yaitu:

a.      Mashdar Shorih

Yaitu mashdar yang terbentuk dari fi’ilnya, sebagaimana contoh di atas.

b.      Mashdar Mu’awwal

Yaitu setiap ungkapan yang terdiri atas أنْ+فعل atau أنّ+اسم+خبر yang bisa ditafsirkan kepada mashdar shorihnya.

Contoh:( أرجو أن تحضر (أرجو حضورك, (أتمنى أنَّ الشمس الطالعة (أتمنى طلوع الشمس

8.      Fi’il Madhi

Adalah kata kerja yang menunjuk pada suatu peristiwa yang terjadi sebelum pembicaraan.

Contoh: درس، تقدّم

9.      Fi’il Mudhari’

Adalah kata kerja yang menunjuk pada peristiwa yang terjadi pada saat pembicaraan atau setelahnya.

Contoh: يدرس، يتقدّم

10.  Fi’il Amr

Adalah kata kerja yang menuntut terjadinya peristiwa setelah pembicaraan.

Contoh: ادرسْ، تقدّمْ

11.  Huruf ‘Illat

Yang termasuk huruf ‘illat adalah alif, wau dan ya’


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s