Hasyiyah Tsalatsatil Ushul *hal 11-13*

Petunjuk untuk pembaca:

Kalimat yang dicetak tebal adalah matan asli dari Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab. Adapun kalimat yang dijelaskan di bawahnya adalah syarah dari Syaikh ‘Abdurrahman bin Muhammad Al-Qasimi.

Berikut ini adalah lanjutan dari terjemahan kitab Hasyiyah Ushuluts Tsalatasah halaman 11-13. Selamat membaca.

Ibnul Qoyyim berkata:

Jihad diri itu ada 4 macam, yaitu:

  1. Berjihad dalam mempelajari petunjuk dan agama yang benar yang seseorang tidaklah akan beruntung dan merasakan kebahagiaan dalam hidupnya kecuali dengan mempelajari hal tersebut. Sehingga ketika seseorang tidak mau mempelajari ilmu, maka celakalah dia di dunia hingga di akhirat.
  2. Berjihad untuk mengamalkan imu yang telah dipelajari, dikarenakan jika ilmu itu tidak diamalkan, maka tidak akan memberikan bahaya maupun manfaat bagi dirinya.
  3. Berjihad untuk mendakwahkannya. Mengajarkan kepada orang yang tidak mengetahuinya. Karena barangsiapa yang menyembunyikan apa yang diturunkan oleh Allah baik berupa petunjuk maupun penjelasan, maka ilmunya tidaklah memberikan manfaat dan tidak pula menyelamatkannya dari adzab Allah.
  4. Berjihad dalam kesabaran menghadapi kesulitan dan gangguan dari manusia dalam berdakwah di jalan Allah. Dan diapun memikul semua beban itu karena mengharap wajah Allah.

Jika seseorang telah menyempurnakan keempat tingkatan jihad itu, maka dia telah menjadi seorang muslim yang rabbani. Karena sesungguhnya para salaf telah sepakat bahwa seorang yang alim tidaklah berhak untuk disebut sebagai seorang rabbani sampai dia mengenal kebenaran, mengamalkan dan mengenalinya. Oleh karena itu barangsiapa yang mengetahui dan mengamalkan ilmunya, kemudian mengajarkannya, maka dia akan dipanggil dengan panggilan yang agung di hadapan penduduk langit.

Imam Syafi’I rahimahullah berkata:

Nama beliau adalah Muhammad bin Idris Al-Quraisyi, seorang imam yang terkenal. Beliau meninggal pada tahun 204 H –semoga Allah merahmati beliau-.

“Seandainya Allah tidak menurunkan hujjah bagi makhluk-Nya kecuali surat ini, niscaya ini sudah cukup.”

Karena keagungan perkara ini, bersamaan dengan tujuan meringkasnya, seandainya manusia memikirkan ayat ini saja, niscaya sudah cukup. Karena di dalam ayat tersebut terkumpul berbagai kebaikan. Yaitu mengacu kepada ilmu, amal, dakwah dan sabar dalam menghadapi gangguan dalam menjalankan ketiga hal tersebut. Ayat tersebut sudah mengandung kesempurnaan insaniyyah yang merupakan hakikat dari apa yang dikatakan oleh Imam yang mulia ini.

Syaikhul Islam berkata,”Hal ini sebagaimana Imam Syafi’I mengatakan,’Sesungguhnya Allah telah mengabarkan bahwa semua manusia dalam keadaan merugi kecuali barangsiapa yang beriman lagi beramal sholeh, dan dia pun mewasiatkan kebenaran dan kesabaran kepada orang lain.’”

Imam Bukhari rahimahullah mengatakan,

Nama beliau Muhammad bin Isma’il, ulama’ yang memiliki banyak hafalan, serta penulis kitab yang paling shahih setelah Al-Qur’an, yaitu Shahih Bukhari. Beliau wafat pada tahun 254 M, semoga Allah merahmati beliau.

Bab Ilmu Sebelum Perkataan dan Perbuatan

Beliau menerangkan dalam permulaan kitabnya dengan ilmu, disebabkan menuntut ilmu yang wajib diketahui itu harus lebih didahulukan daripada perkataan dan perbuatan. Demikian itu karena perkataan dan perbuatan seseorang itu tidaklah bisa diterima kecuali atas dasar ilmu. Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan dalam hadits dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhu,

مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌ

“Barangsiapa yang beramal dengan sesuatu yang tidak ada perintahnya dariku, maka amal tersebut tertolak.” (HR. Muslim)

Dikatakan dalam sebuah syair,

وَكُلُّ مَنْ بِغَيْرِ عِلْمٍ يَعْمَلُ

أَعْمَالُهُ مَرْدُوْدَةٌ لَا تُقْبَلُ

Siapapun yang beramal tanpa ilmu

Amalnya tertolak, tidak diterima

Lalu bagimana mungkin seorang hamba beribadah kepada Allah tanpa dasar ilmu? Sementara Allah memiliki hak untuk disembah dan peribadatan merupakan tujuan diciptakannya makhluk.

Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala,

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ

“Ketahuilah bahwasannya tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan mohonlah ampun atas dosa-dosamu.” (QS. Muhammad: 19)

Penulis rahimahullah berdalil dengan ayat yang mulia ini dikarenakan wajibnya mengawali dengan ilmu sebelum perkataan dan perbuatan. Sebagaimana pendalilan yang dilakukan Imam Bukhari rahimahullah dalam permulaan kitab shahihnya.

Dengan demikian, Allah ta’ala telah memerintahkan Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam dengan dua perkara. Yaitu dengan ilmu kemudian dengan amal. Dimulai dengan ilmu, sebagaimana firman-Nya, فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ, kemudian diakhiri dengan amal sebagaimana firman-Nya, وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ.

Hal ini menunjukkan bahwa tingkatan ilmu lebih dikedepankan dari tingkatan amal, karena ilmu itu merupakan syarat diterimanya perkataan dan perbuatan. Keduanya tidaklah dianggap kecuali dengan ilmu, sehingga ilmu itu lebih dikedepankan dari keduanya, dikarenakan lurusnya niat itu menjadi sebab lurusnya amal.

Maka Allah telah membuka dengan ilmu sebelum perkataan dan perbuatan.

Dimana Allah telah berfiman فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ , kemudian berfirman وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ , dan tidaklah Allah membuka perkataan-Nya dengan sesuatu yang paling penting kemudian yang paling penting.

Dari Jabir bin ‘Abdillah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Mulailah dengan sesuatu yang Allah memulai dengan-Nya.” (HR. Muslim)

# Bersambung#

Terjemah Kitab Al-Hasyiyah ‘Ala Tsalatsatil Ushul

Karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab

Syarh Syaikh ‘Abdurrahman bin Muhammad al-Qasimi

Bersama Ustadz Abu Sa’ad M. Nur Huda, Lc. MA.

Setiap Senin Jam 16.00-17.15 @Wisma Raudhatul ‘Ilmi


Sumber:

Al-Hasyiyah ‘ala Tsalatsatil Ushul, Syaikh ‘Abdurrahman bin Muhammad Al-Qasimi, Ad-Dar As-Salafiyyah.


One thought on “Hasyiyah Tsalatsatil Ushul *hal 11-13*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s