Ujian Silih Berganti

Akhir-akhir ini penuh dengan aktivitas ujian. Mulai dari ujian semester akhir di kampus sampai ujian MI. Ditambah lagi dengan tugas menulis artikel sebagai Tugas Akhir untuk kelulusan MI nanti. Ya Allah, berikanlah kemudahan.

Inilah hidup. Setiap waktu teriring dengan ujian. Sarana untuk menempa kualitas kehidupan. Jadi teringat dengan kata-kata yang sempat mampir di telinga ketika ikut kajian Surat-Surat Cinta,

“Di sekolah kita mendapat pelajaran dulu, baru menghadapi ujian. Di dunia ini, kita menghadapi ujian dulu baru mengambil pelajaran..”

Kata yang singkat, tapi begitu mendalam maknanya. Dan sebisa mungkin,

“Jadilah orang yang bisa mengambil pelajaran dari apa yang menimpa orang lain, dan jangan menjadi orang yang diambil pelajarannya oleh orang lain..”

Dan akupun kembali teringat dengan perkataan Imam Ahmad rahimahullah, saat ditanya oleh anaknya tentang beratnya ujian dalam kehidupan:

“Kapan kita akan beristirahat wahai ayah?”

Tahukah apa jawaban beliau?

“Kita tidak akan pernah beristirahat (dari lelahnya menghadapi ujian di dunia) sampai kita berhasil menginjakkan kaki di surga…”

Ujian adalah keniscayaan, selama kita masih menghirup nafas di dunia ini. Dan kepada Allah-lah kita berharap, semoga dimudahkan dalam menghadapi berbagai macam ujian dalam menjalani kehidupan di dunia ini, hingga kaki ini berhasil menginjak pasir di pelataran surga-Nya yang kekal abadi..

Rabbi.. Yassir lii amrii..

Aufanuri Ihrishii, fil jami’ah 30.05.2012


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s