Rindu Tanah Pada Hujan

Aku adalah seonggok tanah

Kemarau menggersangkanku

Haus dahaga begitu menyiksaku

Hingga tubuhku pun tak lagi berbentuk sempurna

Aku adalah seonggok tanah

Lama penantianku pada hujan

Menyiramkan sedikit airnya untuk menghilangkan dahagaku

Tak tahukah hujan, bahwa kini aku membutuhkannya?

Hujan, rinduku begitu menggebu

Sengat mentari tak lagi bisa ku tahan

Hingga bertambahlah tandus dan gersangku

Lihatlah wahai hujan,

Daun-daunpun berguguran

Merasa iba dengan diriku yang menangis mengharapkan kedatanganmu

Menutup celah-celah diriku yang merana karena menanti kehadiranmu

Hujan, tidakkah kau dengar jeritan hatiku?

Haruskah ku panggil pula mentari dan  awan agar ia mau mengantarkanmu?

Ya, aku tahu

Kau takkan mampu menyambut kerinduanku tanpa hadirnya mentari dan awan

Kau butuh mentari untuk menguapkan lautan

Kau butuh awan untuk menggiringmu agar sampai di tempatku termangu

Namun,

Apalah kuasaku sebagai tanah

Apa pula kuasamu sebagai hujan

Tanpa kehendak dan pertolongan Dzat yang telah menciptakan kita, tanah dan hujan

Hujan, takkan lagi kepadamu kugantungkan harapan

Namun, kepada-Mulah, Wahai Rabb yang Maha Menciptakan dan Menurunkan hujan

Dengan segala kehinaan dan kerendahan diriku

Ku mohon agar Engkau sudi mengatur mentari agar menguapkan lautan

Ku mohon agar Engkau sudi menggiringkan awan hitam untuk sampai ke tempatku termangu

Dan ku mohon agar Engkau sudi menurunkan hujan untukku…

Rabbi…

Ketika hujan telah membasahi tanah

Maka tak lelah aku tetap memanjatkan doaku

Allahumma shayyiban naafi’aa

Agar hujan yang Kau turunkan bukanlah hujan yang membawa petaka

Bukan pula hujan yang hanya sebentar, hingga belum juga menghilangkan haus dahaga

Ku inginkan hujan yang membawa rahmat dan keberkahan-Mu

Hingga melalui hujan

Pohon-pohon pun kembali menampakkan warna hijaunya

Kuncup bunga pun tumbuh bermekaran

Dan benih-benih tanaman pun muncul menghijaukanku yang sebelumnya tandus dan gersang

Rabbi, kepada-Mulah ku gantungkan harapan

Agar Engkau membisikkan kerinduan tanah pada hujan

Bimbinglah hujan, untuk menyambut kerinduanku kepadanya…

ceRIa

10.11.12 / 26.Dzulhijjah.1433H


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s