Kontemplasi After 10.02.13

Gambar

Menyongsong kehidupan baru, mungkin ini adalah saat-saat yang sangat ditunggu oleh semua insan. Saat di mana Allah telah mempertemukan mereka dengan jodoh yang telah tertulis sejak dulu kala di lauh mahfudz-Nya. Saat yang mendebarkan dan penuh dengan misteri yang tak kan kita tahu hingga kita pun melangkah dan menyusuri dengan senyatanya.

Apapun yang terjadi, manis pahit kehidupan yang kita rasakan, sepatutnya kita senantiasa bersyukur..  Bukankah banyak saudara-saudara lainnya yang juga menantikan saat seperti ini, namun takdir Allah belum juga menuntun mereka untuk bertemu dengan kekasih yang dirindu.

Inilah nikmat yang seyogyanya kita syukuri. Sebuah pertemuan yang tak diduga. Seseorang yang tak pernah terbetik sedikitpun di hati kita sebelumnya. Sesosok diri yang kan menemani seumur hidup kita, hingga yang kita harapkan kan kembali bertemu dengannya di surga, ini bukanlah perkara kecil yang hanya dijadikan ajang uji coba.

Ketika akad tlah terucap, kini kita telah memasuki kehidupan yang berbeda. Bakti wanita kepada orangtuanya, kini telah berpindah sepenuhnya kepada suami yang terutama. Ingatlah, bahwa kini kita telah berpindah dari satu pintu surga ke pintu surga yang lainnya. Semoga Allah menerima amal bakti kita kepada kedua orangtua dan senantiasa berbakti kepada keduanya, dan menolong kita untuk menjadi wanita shalihah pencari ridha Allah ta’ala kemudian ridha suaminya yang tercinta.

Kawan, bagaimanapun kondisimu saat ini, yang mungkin kini kalian masih sendiri, masih menanti, atau jauh lebih berpengalaman karena sudah lama menikah dibanding diri yang masih seumur jagung ini… Nikmatilah setiap masa yang kalian alami. Karena masing-masing akan disibukkan dengan masa yang dia hadapi. Amal yang bisa kita kerjakan di satu masa, mungkin tak bisa kita lakukan secara istiqomah atau mungkin tak bisa sama sekali kita lakukan di masa yang lain. Maka bersemangatlah. Ihrish ‘alaa maa yanfa’uk wasta’in billah wa laa ta’jaz! (Bersemangatlah terhadap perkara yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah dan janganlah bersikap lemah!).

Ingatlah selalu, bahwa tujuan diciptakannya jin dan manusia adalah untuk beribadah kpd Allah Ta’ala, dan ingatlah selalu, bahwa makna ibadah adalah segala sesuatu yang dicintai dan diridhai oleh Allah baik berupa ucapan maupun perbuatan, yang dzahir maupun yang batin.

Semoga Allah memudahkan kita untuk menjadi istri yang shalihah serta suami yang shalih. Aamiin.

Kontemplasi after 10.02.13, the time when we start to know more each other.


6 thoughts on “Kontemplasi After 10.02.13

  1. Toktoktok…Assalamu’alaikum🙂
    Menghilang kemana dek? Baru muncul di blog.
    Kangen eee…
    Hmmm, tanggal kontemplasinya membuat saia berhusnuzhon…

    1. Wa’alaikumussalam warahmatullah wa barakatuh. Iya mbak, mungkin kabarnya nggak nyampe ke riyadh ( jauh bgt : ) ). Sedang masa adaptasi dengan dunia baru jadi belum ada mood buat nulis2. mbak gimana kabarnya? baarakallahu fiik.

  2. Sehat Dek, alhamdulillah ^^

    Barakallahulakuma wabaraka ‘alaikuma wajama’a baynakuma fiikhair…
    Ja’alallaahu usrataki sakinatan wa mawaddatan wa rahmah.

    Welcome to the “club”. Hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s